Allah's Divine Timing - heartkokok

Kamis, Januari 15, 2026

Allah's Divine Timing

Menunggu Tanpa Jeda 

Dunia ini selalu bergerak. Semua yang ada di hadapan kita berlalu-lalang tiada henti. Ia tak pernah berkenan menunggu. Tapi anehnya, kita selalu dihantui dengan perasaan menunggu yang seakan berjalan tanpa jeda. 
Secara langsung, ini menjadi bukti status kita di bumi ini. Yakni sejatinya kita adalah seorang penunggu. 
Hari ini kita bekerja untuk menunggu gajian. 
Para orang tua menunggu anak mereka dilahirkan kemudian tumbuh agar menjadi bagian di masyarakat. 
Para pelajar menunggu hasil ujian sebagai penilaian atas proses belajar mereka. 
Dan setiap insan yang sedang merindukan kekasih hati sebagai tempat pulang. 


Seperti diriku. Aku menunggu banyak kebaikan datang kepadaku. 
Di antaranya ada banyak kebingungan dan keinginan. 
Kenapa kebingungan? Karena kadang akupun tak tahu apa yang aku tunggu itu hanyalah sebuah fatamorgana belaka atau sebuah masa depan yang indah? 

Bisa dibilang, semua hal yang aku tunggu itu cukup mengusik pikiran. 
Entah itu karir yang cemerlang, jodoh pasangan hidup, keturunan, hasil kelulusan sertifikat bahasa, impian traveling, ibadah di Baitullah dan lainnya. 

Ada sisi dimana aku merasa aku seakan dikejar deadline. Untuk bersegera dalam memilikinya, dalam mencapainya. 





Proses Pembongkaran Ego 

Dari dulu aku bisa dibilang cukup keras kepala. Memang bisa dibilang aku tidak haus akan validasi karena aku tidak pernah berpikir untuk dirayakan Sana-sini. Tak pernah meminta untuk diberi tepuk tangan.
Ternyata, ada bentuk lain yang aku kejar. Ialah agar aku tidak dibilang lemah. Agar aku bisa membuktikan kepada orang-orang terdekatku bahwa akupun bisa seperti mereka di luar sana.
Ini bukannya juga bagian dari butuh validasi? 

Dalam penundaan, egoku seakan dibongkar habis-habisan. 
Di sini, aku ditempa agar bisa lebih menata diri dan menata hati. 
Mengesampingkan apa yang aku yakini dan mulai mencari jalan apa yang memang benar. 
Mungkinkah selama ini aku merasa apa yang aku capai bersumber dari usaha kerasku? 
Mungkinkah selama ini aku cukup percaya diri berlebihan bahwa apa yang aku anggap baik, apa yang aku inginkan, benar-benar baik untukku? 


Saat Hati Diliputi Kegelisahan

Dan disitulah aku mulai merasa lelah. Aku lelah menunggu. Bukan karena aku tidak percaya dengan janji Tuhan. Tapi aku mulai tidak sabar akan kapan waktu itu kan tiba. Hingga akhirnya aku mulai membandingkannya dengan garis waktu yang dimiliki orang lain. 
Aku terus berpikir bahwa waktu terus berjalan sedangkan aku masih menunggu. Lantas kapan aku bisa merasakan hal yang sama seperti mereka? 
Bagaimana jika waktuku tidak sama? 
Bagaimana jika banyak orang yang terus mempertanyakan dan menilai buruk jika aku tidak sama seperti mereka? 


Dan Allah Maha Membolak-balikan Hati

Pertemuan sebelum terjadi sebuah ikatan suci seringkali mengusik ketenangan. Hati pun kerap bertanya, sebetulnya dia ini siapa? 
Apakah hanya seperti sebelumnya, yang datang dan pergi tanpa sempat singgah. Ataukah dia yang benar-benar Tuhan gariskan untukku? 
Saat ini, bisa jadi rasa itu terlalu berat hingga aku sejenak berpikir, bahwa ia yang sekarang aku usahakan adalah yang terbaik untukku. 
Bisa jadi, beberapa waktu kemudian, ragu itu muncul. Entah dari sisiku atau dari luar sana. 
Siapa pemilik hati? Jalan apa yang hakiki? 


Rencana-Nya Yang Lebih Indah


Tapi aku baru sadar, ternyata menunggu bisa menjadi semenyenangkan ini.
Di balik kegagalan yang berkali-kali aku lalui, aku harap semuanya mengajarkanku bahwa sesungguhnya ada banyak hikmah di balik penantian ini. 
Jika banyak persimpangan, perjumpaan, permisalan, dan perpisahan, aku yakin itu semua tidak sia-sia. 



Allah's Timing is Perfect

 Jika saat ini aku belum bisa memiliki hasil atas apa-apa yang aku usahakan, mungkin ini waktunya aku berhenti menggenggam impian itu sebentar. 
Bukan berarti aku berhenti berusaha untuk mengetuk pintu-Nya. Tetapi, aku berhenti dari segala rencana yang aku rancang dan mengarahkannya ke dalam hal lain. 
Aku tidak perlu ragu, bukan? Karena Allah adalah pembuat skenario terbaik. 
Allah memiliki pengetahuan yang ada sekarang, yang lalu maupun yang akan datang. 
Semua telah ditulis di Lauhul Mahfuz, tentang rezeki, tentang nama yang bersanding denganmu, tentang hidup dan mati, tentang semua yang sering kita khawatirkan. 
Pada akhirnya, dengan harap, Allah's timing is perfect. 
Sesuatu itu akan terjadi sesuai dan pas dengan takarannya. 

Tidak ada komentar:

A word from you is a gift for me...

@way2themes