Senin, Maret 03, 2014
Maret 03, 2014
BY feni0
Comments
Minggu, Maret 02, 2014
Maret 02, 2014
BY feni0
Comments
Every people has his/her problems. If they have no problems, it means they do not live in this world or they have died.
Allah sungguh menyukai orang-orang yang sabar dalam menghadapi masalahnya. Jika sedang menghadapai masalah, anggaplah itu sebagai ujian bagi kita. Allah akan selalu menguji kita karena iman kita sebagai manusia adalah selalu fluktuatif (naik turun).
Allah berfirman : "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang yang khusu' " (Q.S. Al- Baqarah , 2: 45)
Memang berat untuk kita bangkit dari suatu masalah. Tetapi Allah tidak akan menguji kita di luar batas kemampuan kita. Maka dari itu , tidak ada kata menyerah di dalam kamus seorang muslim seperti kita.
So .. don't give up !!!
Maret 02, 2014
BY feni0
Comments
Those children are so cute right?
Ha.. ha... it was a grateful day to have them in my life. We were dharing them about English. The materials that we shared to them before English were sport and art.
On this afternoon, we were playing and learning together. Together, we were singing English.. Banana song, watermelon song, family song and etc.
Haha.., this was amazing because after we CS, we bought sate . Unfortunately, there was rainy. Ya... as usual we have "tongkrongan" near the place that we conduct CS.
Ha.. ha... alaynya diriku..... look at those picture !
Sabtu, Maret 01, 2014
Maret 01, 2014
BY feni0
Comments
Because of Shark cozy night (Nostalgia) and I have to find Kak Fatma's books which are very difficult to be found,... I found my diary when I was in 10 grader. Arrr.., so many __Alayness__ and fool thing there. However, I'm proud with my self because I could write all that wonderful and also bad things that I had.
Here are my first page :
Here are my first page :
And this is one of the chapters :)
My all wishes |
Maret 01, 2014
BY feni0
Comments
Maret 01, 2014
BY feni0
Comments
My name is Feni Rahmawati . I come from Ungaran, Semarang regency, Central Java. I am student of ASBI (Akademi Siswa Bangsa Internasional).
My school most common with name Sampoerna Academy. These pictures are all my classmates.
From the left, there are Rifai Dwi C., Ignacius Gracia , Ginanjar Satya N. , Dwiki Taufik w. , Mr. Jonathan Saputra, Ilhafa Qoima , Dani Julpani M. , Rafie Ahnaf A. , Arip Kustiana, Fitratama Sinantyo P. ,
Second row : Ignas Ega A. , Ghea Miranta S. , Khurotul A’yunin, Angela Dinaria, Gita Rahmadia, Maria Johana W.M. , M. Naufal ,
Third row: Yolanda Hadiana F. , Feni Rahmawati , Irish Amalia, Dewi Anawati, Gaby Aulia P.
We are in XI- SCI JS, Which is only in the first semester of grade eleven.
The seconf semester will be updated soon ..
Maret 01, 2014
BY feni
2 Comments
Do you know the meaning of Lion House? Is it “Rumah Singa”?
upadet-an nih... @Dec 26th 2014 Actually that is the meaning if we translate it into Bahasa. However, in my school which is dormitory life, we’re divided into 9 houses. They are Manta ray, Shark, Dolphin, Komodo, Lion, Rhino, Eagle, Hornbill and Dove. The name of those house are taken from animals. I think that this division based on our personality because I feel so. Our Motto is “Strive to victory”
We’re here come from all over Indonesia. It makes us have to understand and know each other. We have so many benefits because of this difference. We can learn how to respect with people who have different religions, language, and point of views, personality, and culture. We now realize how wonderful Indonesia is.
Hem, It will takes long times to tell you story about Lion House. SO just check it out who are they?
Second Generations:
LoL :D
Don’t laugh !! The picture was taken when we were in the first semester after we entered our school. It’s so cute or too innocent?
Ok . This is the name and the region of them:
Nova Angel Ndaumanu : Kupang, NTT
Lucky Firdaus A. : Lamongan , Jawa Timur
Imanda Ade Putri K.K. : Banyuwangi, Jawa Timur
Firdausi Permata U.L. : Cimahi, Jawa Barat
Feni Rahmawati : Semarang, Jawa Tengah
M. Iqbal P. : Wonosobo, Jawa Tengah
Evita Febrina : Makassar, Sulawesi Selatan
Griselda Irma M. : Kediri, Jawa Timur
Dhea Anggeliana : Purworejo, Jawa Tengah
Claudya Amelia G. : Ponorogo, Jawa Timur
M. Rama Randika P.M. : DKI Jakarta
Yahya Wahyu K. Bojonegoro, Jawa Timur
I Putu Anan W.P. : Bali
Yogi Saputra : Indramayu, Jawa Barat
Ilhafa Qoima : Bukit Tinggi, Sumatera Barat
Rona Ikram Putri : Lampung Selatan, Lampung
Evan Hakeem P. : Bandung, Jawa Barat
Figure 1Leadership Camp 2012
Those people are second generations tempoe dahoeloe . How about the update of the information? I have the pictures of them which are not only consist of second generation but also one and third generations. Those are the pictures:
In each houses it has advisors in order to become our parent in this family. Lion has in amount of 7 of advisors so far. But then some of them are no longer here with us. We still have:
★ Ms. Udan Biteraty from Bogor, Jawa Tengah
★ Mr. Muhamad Sony H. from Semarang, Jawa Tengah
★ Mr. Ahmad Nurdin from Bandung, Jawa Barat
★ Mr. Heri Purnomo from Klaten, Jawa Tengah
★ Ms. Dyaning Anggrias from Bekasi, Jawa Barat
* We also had Ms.Aulia
Our beloved advisors are very kind and care with us. They give us suggestion, motivation and of course foods (the important one..he..he.. :p) .
Now, we already have junior. Yeay....
upadet-an nih... @Dec 26th 2014 Actually that is the meaning if we translate it into Bahasa. However, in my school which is dormitory life, we’re divided into 9 houses. They are Manta ray, Shark, Dolphin, Komodo, Lion, Rhino, Eagle, Hornbill and Dove. The name of those house are taken from animals. I think that this division based on our personality because I feel so. Our Motto is “Strive to victory”
We’re here come from all over Indonesia. It makes us have to understand and know each other. We have so many benefits because of this difference. We can learn how to respect with people who have different religions, language, and point of views, personality, and culture. We now realize how wonderful Indonesia is.
Hem, It will takes long times to tell you story about Lion House. SO just check it out who are they?
Second Generations:
LoL :D
Don’t laugh !! The picture was taken when we were in the first semester after we entered our school. It’s so cute or too innocent?
Ok . This is the name and the region of them:
Nova Angel Ndaumanu : Kupang, NTT
Lucky Firdaus A. : Lamongan , Jawa Timur
Imanda Ade Putri K.K. : Banyuwangi, Jawa Timur
Firdausi Permata U.L. : Cimahi, Jawa Barat
Feni Rahmawati : Semarang, Jawa Tengah
M. Iqbal P. : Wonosobo, Jawa Tengah
Evita Febrina : Makassar, Sulawesi Selatan
Griselda Irma M. : Kediri, Jawa Timur
Dhea Anggeliana : Purworejo, Jawa Tengah
Claudya Amelia G. : Ponorogo, Jawa Timur
M. Rama Randika P.M. : DKI Jakarta
Yahya Wahyu K. Bojonegoro, Jawa Timur
I Putu Anan W.P. : Bali
Yogi Saputra : Indramayu, Jawa Barat
Ilhafa Qoima : Bukit Tinggi, Sumatera Barat
Rona Ikram Putri : Lampung Selatan, Lampung
Evan Hakeem P. : Bandung, Jawa Barat
Figure 1Leadership Camp 2012
Those people are second generations tempoe dahoeloe . How about the update of the information? I have the pictures of them which are not only consist of second generation but also one and third generations. Those are the pictures:
Selasa, Februari 25, 2014
Inspirations
My High School : Sampoerna Academy
(Mozaik Blog Competition 2014) Kucek-kucek Tulisanku
Februari 25, 2014
BY feni0
Comments
Kalau dilihat , bagaimana ya seorang penulis bisa menyelesaikan karyanya? Apalagi kalau novelnya itu tebel banget. Hem, susah juga ya! Mungkin sudah tidak bisa bergerak karena lamanya duduk untuk membuat tulisan.
Mungkin ada yang menjawab seperti ini,” Aah, itu kan sudah pekerjaannya. Sudah hari-hariannya!”
Namun, maukah kita menengok di balik keistimewaan penulis tersebut? Tertarikkah untuk mencobanya? Tidaklah mudah menjadi penulis yang harus merangkai kata demi kata dengan menggunakan diksi yang tepat sehingga menghasilkan suatu cerita yang menarik. Bahkan emosi kita sering diadu ketika membaca tulisan penulis tersebut. Ada juga yang sering galau, kegalauannya bisa hilang seketika.
Menceburkan diri sebagai penulis tidak menjadikan kita tenggelam di lautan kelam. Dengan bekerja sepenuh hati dan dengan semangat, kita dapat menyelam sembali minum air. Ini berarti kita dapat memanfaatkan waktu luang untuk berkarya. Misalnya bagi seorang pelajar yang pada hari minggu bisa digunakan waktunya untuk menulis sesuatu. Menulis tidaklah harus membuat suatu novel karena kesenangan kita menulis dapat disalurkan melalui sesuatu yang ringan.
Berikut hal-hal yang patut Anda pikirkan untuk dijadikan sebagai latihan menulis :
Komentar : ini memang simple, tapi dapat mengasah otak kritismu.
Puisi : semua orang bisa, tapi tidak semua bisa membuatnya menjadi luar biasa atas makna yang dikandungnya. Boleh juga kan?
Diary : diary selain dapat digunakan sebagai teman curhat juga dapat dijadikan berlatih menulis dengan baik.
Status
Facebook : tidak apa-apa deh nulis status. Bisa juga digunakan untuk refleksi diri. Tapi , harus dengan cara yang benar!
Motivasi : ini penting lho buat pemacu semangat. Tidak jarang orang yang menjadi patah semngat karena masalh tertentu.
Hal- hal yang saya sebutkan di atas memang ringan. Namun, siapa sangka jika kita menekuninya, hasilnya tidak akan sedikit. Betul tidak?
Sekarang aku mau nyoba nulis dengan format baru
Hallo bro! I am Feni Rahmawati.
Masih semangat kan? Gak perlu khawatir karena gue tidak akan ngoceh pake bahasa Inggris. Tapi, lihat aja gaya bahasa ‘gue’ ini. Sedari dulu gue gak pernah tuh yang namanya nulis pake bahasa kayak begini.
Apalagi kalo inget jamannya kelas 2 SD. Bayangkan guru SD gue sudah ngasih PR buat bikin cerita. Dulu sih seinget gue, disuruh bikin cerita pengalaman pribadi. Guru itu gak pernah berhenti-hentinya ngasih tugas kayak begitu.
Tapi gak tau kenapa kok gue jadi seneng nulis ya? Apalagi ditamabah guru-guru bahasa Indonesia gue dari dulu sampai sekarang yang sangat menginspirasi. Beliau semuanya penulis yang handal. Walaupun namanya tidak terlalu tersohor, tapi mereka sangat berkesan bagi gue.
Guru gue yang nasehatin kurang lebih speerti ini, “Kalau bukan kamu sendiri yang membuat sejarah hidupmu siapa lagi? Jika kamu sudah tiada, kamu sudah hilang dari dunia, walaupun masih tersisa nama. Maka ukirlah sejarahmu dengan tulisanmu!” Sangat menyentuh bukan?
Alasan tersebut bukanlah satu-satunya alasan yang menjadikan gue hobi banget yang namanya nulis. Kata orang, memang setiap manusia itu mempunya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jujur aja, gue ini tipe orang yang tidak pandai berkata- kata. Semua yang gue pendem dalam hati lebih baik gue simpen aja dalam secarik kertas dengan bantuan tinta hitam. Gue suka pena itu menari-nari di atas buku diary gue. Gak tahu kenapa walaupun gue juga curhat sama temen, tapi gue lebih nyaman dengan menulis.
Tidak apalah kawan jika sekarang cerpen, novel, puisi atau apapun belum ditertibtkan. Semangat aja karena Tuhan tahu bagaiman kerja keras loe. Tinggal kita harus mengaca dari semua kegagalan atau keberhasilan walapun itu sedikit.
Gue pernah ikut beberapa lomba menulis. Gue sih sebenarnya juga agak nyesel kenapa ge gak jadi pemenang di dalam kompetisi tersebut. Saat buat esai, gue bangun pagi setiap hari. Gue sengaja bangun pagi biar punya bnayak inspirasi. Selain itu, gue juga memang niatnya pengen minjem laptop. Maklum, waktu itu memang gue gak punya laptop. Pada hari pengumuman, gue gak lolos seleksi. Memang nyaris karena yang diambil untuk lomba adalah 5 besar, sedangkan gue berada di urutan ke-6.
Tapi, ada satu benak di hatiku, kenapa harus menyerah? Kujadikan itu sebagai hikmah untuk berubah. Setelah gue buka lagi, gue sadar dimana letak kesalahn yang gue baut. Tidak bisa dipungkiri kalau gue memang belum memberikan yang terbaik. Baguslah dari hal itu yang awalnya iseng buat ikut, gue jadi berpengalaman.
(Mozaik Blog Competition 2014) Kucek-kucek Tulisanku
Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id
Kalau dilihat , bagaimana ya seorang penulis bisa menyelesaikan karyanya? Apalagi kalau novelnya itu tebel banget. Hem, susah juga ya! Mungkin sudah tidak bisa bergerak karena lamanya duduk untuk membuat tulisan.
Mungkin ada yang menjawab seperti ini,” Aah, itu kan sudah pekerjaannya. Sudah hari-hariannya!”
Namun, maukah kita menengok di balik keistimewaan penulis tersebut? Tertarikkah untuk mencobanya? Tidaklah mudah menjadi penulis yang harus merangkai kata demi kata dengan menggunakan diksi yang tepat sehingga menghasilkan suatu cerita yang menarik. Bahkan emosi kita sering diadu ketika membaca tulisan penulis tersebut. Ada juga yang sering galau, kegalauannya bisa hilang seketika.
Menceburkan diri sebagai penulis tidak menjadikan kita tenggelam di lautan kelam. Dengan bekerja sepenuh hati dan dengan semangat, kita dapat menyelam sembali minum air. Ini berarti kita dapat memanfaatkan waktu luang untuk berkarya. Misalnya bagi seorang pelajar yang pada hari minggu bisa digunakan waktunya untuk menulis sesuatu. Menulis tidaklah harus membuat suatu novel karena kesenangan kita menulis dapat disalurkan melalui sesuatu yang ringan.
Berikut hal-hal yang patut Anda pikirkan :
Komentar : ini memang simple, tapi dapat mengasah otak kritismu.
Puisi : semua orang bisa, tapi tidak semua bisa membuatnya menjadi luar biasa atas makna yang dikandungnya. Boleh juga kan?
Diary : diary selain dapat digunakan sebagai teman curhat juga dapat dijadikan berlatih menulis dengan baik.
Status
Facebook : tidak apa-apa deh nulis status. Bisa juga digunakan untuk refleksi diri. Tapi , harus dengan cara yang benar!
Motivasi : ini penting lho buat pemacu semangat. Tidak jarang orang yang menjadi patah semngat karena masalh tertentu.
Hal- hal yang saya sebutkan di atas memang ringan. Namun, siapa sangka jika kita menekuninya, hasilnya tidak akan sedikit. Betul tidak?
Sekarang aku mau nyoba nulis dengan format baru
Hallo bro! I am Feni Rahmawati.
Masih semangat kan? Gak perlu khawatir karena gue tidak akan ngoceh pake bahasa Inggris. Tapi, lihat aja gaya bahasa ‘gue’ ini. Sedari dulu gue gak pernah tuh yang namanya nulis pake bahasa kayak begini.
Apalagi kalo inget jamannya kelas 2 SD. Bayangkan guru SD gue sudah ngasih PR buat bikin cerita. Dulu sih seinget gue, disuruh bikin cerita pengalaman pribadi. Guru itu gak pernah berhenti-hentinya ngasih tugas kayak begitu.
Tapi gak tau kenapa kok gue jadi seneng nulis ya? Apalagi ditamabah guru-guru bahasa Indonesia gue dari dulu sampai sekarang yang sangat menginspirasi. Beliau semuanya penulis yang handal. Walaupun namanya tidak terlalu tersohor, tapi mereka sangat berkesan bagi gue.
Guru gue yang nasehatin kurang lebih speerti ini, “Kalau bukan kamu sendiri yang membuat sejarah hidupmu siapa lagi? Jika kamu sudah tiada, kamu sudah hilang dari dunia, walaupun masih tersisa nama. Maka ukirlah sejarahmu dengan tulisanmu!” Sangat menyentuh bukan?
Alasan tersebut bukanlah satu-satunya alasan yang menjadikan gue hobi banget yang namanya nulis. Kata orang, memang setiap manusia itu mempunya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jujur aja, gue ini tipe orang yang tidak pandai berkata- kata. Semua yang gue pendem dalam hati lebih baik gue simpen aja dalam secarik kertas dengan bantuan tinta hitam. Gue suka pena itu menari-nari di atas buku diary gue. Gak tahu kenapa walaupun gue juga curhat sama temen, tapi gue lebih nyaman dengan menulis.
Tidak apalah kawan jika sekarang cerpen, novel, puisi atau apapun belum ditertibtkan. Semangat aja karena Tuhan tahu bagaiman kerja keras loe. Tinggal kita harus mengaca dari semua kegagalan atau keberhasilan walapun itu sedikit.
Gue pernah ikut beberapa lomba menulis. Gue sih sebenarnya juga agak nyesel kenapa ge gak jadi pemenang di dalam kompetisi tersebut. Saat buat esai, gue bangun pagi setiap hari. Gue sengaja bangun pagi biar punya bnayak inspirasi. Selain itu, gue juga memang niatnya pengen minjem laptop. Maklum, waktu itu memang gue gak punya laptop. Pada hari pengumuman, gue gak lolos seleksi. Memang nyaris karena yang diambil untuk lomba adalah 5 besar, sedangkan gue berada di urutan ke-6.
Tapi, ada satu benak di hatiku, kenapa harus menyerah? Kujadikan itu sebagai hikmah untuk berubah. Setelah gue buka lagi, gue sadar dimana letak kesalahn yang gue baut. Tidak bisa dipungkiri kalau gue memang belum memberikan yang terbaik. Baguslah dari hal itu yang awalnya iseng buat ikut, gue jadi berpengalaman.
Alhamdulillah, Ya Allah. Saat pulang kampong dari SMA gue yang asrama, kakak ipar gue ngasih tau kalau laptop saudaranya gak kepakai. Hal itu luar biasa banget. Walaupun laptop tersebut sudah lama da nada bagian yang rusak, yang penting jari jemari gue bisa merancang beribu kalimat. Nikmat ini sungguh lar biasabagi gue.
Belajar dari pengalaman itulah gue sekarang aktif mencari informasi bagaimana membuat tulisan yang baik dan juga layak untuk di publikasikan. Gue juga berlatih dengan membuat puisi yang sesuai keadaan hati, nulis diary dan rencananya sih pengen bikin cerpen.
Semakin lama belajar, maka semakin menunjukkan kalau kita bodoh. Banyak hal yang belum kita ketahui dan kita pelajari. Sehingga selalu ada banyak sekali ilmu yang harus kita timba. So, No Problemo, No worryo, yok Let’s Go!
ayo menulis , sambil ngopu OK, sambil makan , ngemil, bingung , melamun juga Never Mind!!
sumber : http://serbifo.blogspot.com/ |